Showing posts with label dreams. Show all posts
Showing posts with label dreams. Show all posts

Saturday, July 11, 2015

Tulisan lama tentang Mimpi.. Apakah beberapa mimpiku sudah terwujud?

Mimpiku keliling dunia, kapan terwujud?
by Dianita Amr on Sunday, March 27, 2011 at 6:05pm
"Setiap orang pasti memiliki mimpi, dan mimpi2 itu akan tertanam di alam bawah sadarnya dan menuntunnya untuk mewujudkannya, jadi jangan takut bermimpi" by Dianita

Tentu saja aku belum keliling seluruh dunia, sejauh ini baru sedikit yang udah di kunjungi. Tapi saya tidak membahas itu, tapi bagaimana cara mencapainya. 
Dari kecil, mimpiku adalah untuk melihat dunia luar, dan untuk mencapainya, aku harus:
1. Belajar bahasa Inggris. 
Aku belajar bahasa inggris dari kelas 4 sd, dulu hanya SMP yang mulai belajar. Ketika di les, aku sama sekali tidak tahu-menahu bahasa inggris, yang kuingat hanya aku terbengong diantara murid-murid yang lain (yang rata-rata umurnya lebih tua dari aku) dan bermain scrabble. Masa yang paling disukai adalah pulang dari les, karena berakhir sudah penderitaan. Tapi ketika masuk SMP, ada pelajaran bahasa inggris, dak tiba-tiba saja, aku mengerti bahasa inggris dan mulai bisa percakapan dan jadi asisten guru bahasa inggris, mungkin ini yang disebut belajar bahasa dengan teknik bayi (bayi merekam semua yg didengarnya, dan ketika bisa bicara, kata-kata itu bisa diucapkan,,maybe.. )
Jadilah bahasa inggris adalah mata pelajaran yang paling aku sukai, tak hanya suka, tapi cinta, karena katanya bahasa inggris adalah gerbang untuk ke dunia internasional (dan mereka BENAR). Sampai sekarang, kalau ada kata-kata yang tak dimengerti, langsung buka kamus, terus menerus belajar dengan percakapan dengan teman kolega, dan nonton/dengar lagu dengan bahasa inggris, that's fun.
2. Punya suami orang luar.
Kalau mau tinggal di luar negeri, katanya nikahnya sama orang luar aja. Otomatis tinggal disana. Hmmm, patut dicoba, dan ternyata benar. Walaupun "luar"nya itu di Saudi Arabia yang berbahasa arab, tapi sehari-hari dirumah dan di tempat kerja, bercakap2 dalam bahasa inggris. (wah, jadi nikahnya cuma buat biar tinggal diluar?? hmmmm, itu plus nya aja kali ya, pengen nya kan dapet yang soleh, cakep, kerjaan mantep, baek dan cinte sama aku pastinya..hehehe, amin mudah2an suamiku masuk kriterianya.) 
3. Menjadi pemandu wisata.
Baru inget malam tadi, pas mikir2, kenapa klo setiap jalan2, 2minggu sebelumnya aku harus plan, semuanya harus jelas, dr hari ke-1, kemana aja, berapa biaya, dari jam berapa, naik apa, dll dll.. oh ternyata, dari dulu klo ditanya, mau jadi apa, jawabanku, mau jadi pemandu wisata, biar bisa praktek bahasa inggris, ketemu orang-orang bule (norak banget dulu), dan juga dibayar untuk mengunjungi tempat2 wisata, asik kan?
4. Cari beasiswa luar negeri
Yang ini belum kesampaian, karena belum beres kuliah udah diboyong duluan. 
5. Punya Kerjaan yang bisa ngasilin, dan bisa ngajak suami/ keluarga jalan2.
Kan ini mimpiku, jadi semestinya aku yang harus berkorban, masa minta suami terus (tapi klo dia ngajak juga ga nolaak).. Alhamdulillah, April nanti bisa ngajak suami ke Turkey sebagai hadiah perkawinan ke 3 tahun.  
6. Berdo'a terus menerus, kalau ikhtiar udah keras, doa juga harus keras. 
Teringat ketika aku ingiiiiiiiiiiin sekali ke Baitullah, terus berdoa, walaupun rasanya tidak mungkin, karena ga ada uang, dan masih kuliah. Tapi Subhanallah, 6 bulan setelah itu, menikah dengan seseorang yang berdomisili di Saudi Arabia, dan pertama kali menjejakkan kali di bumi Arab untuk bertemu suami, langsung diajak Umrah, rasa yang tak tertandingi, betapa takjub, dan bersyukurnya. Alhamdulillah.

Setelah dipikir2, ternyata, memang kalau kita menginginkan sesuatu dengan bersungguh-sungguh, berusaha dan berdoa, inshAllah, akan bisa tercapai. Jadi, teruslah bercita-cita setinggi langit, the sky is the limit. :) 
Kalau bermimpi atau bercita-cita, jangan nanggung-nanggung ya. Jangan dengerin yang bilang: Jangan terlalu tinggi bermimpi, nanti kalo jatuh sakit" yang bener ya klo kita mimpi tinggi-tinggi, kalau ga tercapai, ya paling ga dapet yang deket2 dari itu. Contoh: Mimpi setinggi langit, ga dapet langit, ya awan atau bintang. Tapi klo mimpinya cuma sebatas awan, mana bisa dapet langit.. ah lieur ah..

Mau terus mimpi, biar bisa keliling dunia.. foto-foto di tempat yang Indah.. amiiiiiin...
Ini hanya salah satu mimpiku.. masih banyaak yang lain, semoga tercapai semua jg.amiiiin..
mimpi-mimpi yang lain:
1. Jadi istri dan ibu solehah.   (Dalam proses)
2. Mengkaji al Qur'an, bisa bahasa arab.  (Dalam proses)
3. membuat rumah dan menghajikan orang tua.  (belum)
4. ngajak jalan2 keluarga besar. (Alhamdullilah)
4. mendirikan panti asuhan dan sekolah. (belum)
5. Membangun mesjid. (belum)
6. Melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya seperti, latihan balet, melukis, menyelam, mahir piano, belajar bhs asing lainnya dll...)  Let's list it: photography, melukis, belajar piano, Bahasa Perancis, kuliah Islamic Studies, terbang dengan helicopter, apa lagi?)

(MAAF, BUKAN BERMAKSUD UJUB ATAU SOMBONG, HANYA SEKEDAR SHARING dan LAGI PENGEN NULIS AJAH, jangan Suudzon).

APA MIMPI TEMAN-TEMAN?


Konferensi ke Ankara, Turkey

Enaknya bekerja di sekolah International ini salah satunya bisa pergi menghadiri konferensi ke negara manapun, asal sesuai dengan bidang mata pelajaran. Biaya dibayar sekolah, terbatas sih misalnya 1000$ saja pertahun, tapi karena saya kerja paruh waktu, untuk saya hanya 500$. Kalau lebih dari itu, ya harus nombok sendiri. Gapapa, yang penting bisa jalan-jalan juga. Baru 3 konferensi yang saya datangi, di Dhahran tahun 2012, Turkey tahun 2013 dan di Georgia, USA tahun 2014. Tahun 2015 tidak kemana-mana karena biayanya sudah dipakai untuk yang ke USA. Alhamdulillah. 

Suami lagi-lagi tidak bisa ikut, karena tidak punya hari libur. Terpaksa pergi sendiri. Tidak bisa ajak Faris juga karena tidak ada yang bisa menjaga ketika saya menghadiri konferensi. Sayapun pergi walau hanya 5hari (jadinya 8 hari karena ketinggalan pesawat.. baca sampai akhir ya^_^)

Untuk visa, saya hanya mengandalkan VOA yang baru saja diresmikan tahun 2012. Biaya visa 25%. Tiket saya beli sendiri lewat website Turkish Airlines, Yanbu-Istanbul PP, seharga 333$. Kota Yanbu (Saudi Arabia), walaupun kecil, tapi punya Airport International yang melayani penerbangan ke Europe dan Amerika, melalui hub Istanbul. 

Untuk keluar masuk negeri Saudi Arabia, kami harus membayar visa exit-re-entry seharga 53$/orang. Sudah keluar biaya 411$ tuh, sisa cuma 89$. Saya menyiapkan 500$ karena hanya beberapa hari, dan saya juga akan tinggal di rumah teman saya di Ankara, jadi tidak banyak membutuhkan biaya. 

Hari pertama, 22 January 2013

Saya sangat bersemangat hari ini. Pihak panitia konferensi terus-terusan update foto salju di fb, karena disana memang lagi musim dingin. Penerbangan saya pukul 8.30 pagi. On the way to airport, baru ingat kalau saya belum buat visa exit-entry! Rasanya sudah impposible aja, karena biasanya butuh waktu lama. Langsung kami ke rumah sakit. Loh kok? Soalnya kantor yang membuatnya harus yang mensponsori suami, yaitu rumah sakit tempat suami kerja. Waktu itu pukul 6.30 pagi. Ada waktu 2 jam sebelum pesawatku terbang. 20 menit untuk ke airport. Ternyata belum ada orang yang datang kerja. Pastilah, mulai kerja kan jam 8 pagi. Suami berusaha menelpon dia. Akhirnya jam 7 lebih dia datang, dan 7.30 visanya jadi. cuma punya waktu 1 jam! Tidak mungkin dibolehkan masuk, karena 60 menit minimal. Dalam waktu 15 menit kami sampai di bandara. Saya langsung lari untuk check in. ada 45 menit, dan karena ini bandara kecil akhirnya saya bisa berangkat! Alhamdulillah. Suami ikut lari membawa tas kecil saya, yang isinya penuh sama oleh-oleh untuk teman saya disana. Faris ditinggal dulu di rumah nena.

Saya sampai di bandara Ataturk pukul 11 pagi. Tidak ada salju di Istanbul. Penerbangan berikutnya adalah sore hari sekitar pukul 6 sore. Saya keluar bandara, dan naik bus jurusan ke Taksim Square. 


Day 2, 23 January 2013
Sakitnya tuh disini kalau saya tidak buat catatan dan lupa apa yang terjadi di konferensi. Yang saya ingat hanya samar-samar, tidak detail. 


Day 3, 24 January 2013

Conference


Day 4, 25 January 2013
Pagi-pagi saya keluar untuk ke Hacceteppe University membawa tas dan semuanya, karena saya akan langsung ke bus station ke Istanbul. Pukul 3 sore saya check-out dari konferensi, tidak ikut acara penutupan dan dinner. Saya jalan-jalan dulu di Ankara, bahkan mandi di Turkish bath dulu. Saya tidak sadar kalau saat itu adalah hari libur dan bus udah banyak yang fully booked. Saya ditawari untuk dibooking kan kursi, tapi saya tidak mau merepotkan teman saya, dan nanti kalau tidak ketemu sama tempat check-in, atau terlambat, hanguslah tiketnya. Jadi saya mau go-show saja. Demi menghemat uang tiket pesawat dan hotel, saya pilih bus. Tidak harus bayar hotel, tinggal tidur di bus. Penerbangan saya pukul 3 atau 4 pagi, perjalanan 6 jam. 

Selesai Turkish bath yang sangat menyegarkan pukul 6 sore, saya masih punya waktu sekitar 9-10 jam. Ternyata perjalanan ke bus station lumayan jauh dan 1 jam perjalanan lewat MRT. Pukul 7 sore, bus station penuh, semua tiket sudah habis. Panik, panik. Dapat tiket pukul 8.30 malam. Mepet sekali! Tapi apa boleh buat. Bahkan saya sempat memohon kepada supir bus untuk membolehkan saya duduk dilantai sekalipun. Sedinya melihat bus menuju Istanbul pergi.  Kalau busnya on time, inshallah tidak ada masalah. Tapi, ternyata, busnya telat dan ada masalah dijalan. Kami semua harus ditransfer ke bus yang lain, dan menunggu 1 jam dijalan. Saya dan penumpang lain marah dan menandatangani surat komplain. Saya sudah dipastikan terlambat. Seorang penumpang bernama Osman berusaha membantu saya untuk memantau jadwal penerbangan. Penerbangan tepat waktu. Saya berusaha membatalkan penerbangan dan membuat open ticket. 

Kami sampai di Istanbul pukul 4.30 pagi. Pesawatku terbang sudah. Silly me, Istanbul is big. Ternyata turun di sisi Asia, yang lebih dekat ke bandara Gokcen. Tidak ada satu orangpun yang berbahasa Inggris dan berniat membantu saya. Kemana saya harus pergi? Pagi seperti ini? Tidak ada taksi ataupun bus. Semua penumpang sudah ada penjemputnya. Akhirnya saya minta tolong Osman, satu-satunya yang bisa berbahasa Inggris sedikit. Kakaknya akan datang menjemput. Masalahnya, uang tidak ada lagi, misal saya akan ke hotel. Paginya butuh ke bandara untuk mengurus tiket. Ternyata Osman adalah mahasiswa yang jurusannya adalah pariwisata dan sedang magang semester akhir di Bandara Ataturk dan akan membantu saya mencari tiket atau menukar tiket di bandara. 

Crazy but I was stuck, no choice. Jadi saya pergi bersama mereka. Ibu mereka sudah menyiapkan kamar untuk Osman, tapi jadi untuk saya dan Osman tidur di sofa di ruang tamu. Tidur setelah solat subuh dan bangun jam 8 pagi.


Day 5, 26 January 2013

Sarapan khas Turki di keluarga orang Turki adalah pengalaman yang unik. Mereka biasa makan pagi sekitar jam 11-12 siang, dan makan siang jam 4-5 sore. Seperti kebiasaan orang Mesir. Tapi karena saya mau berangkat ke bandara, mereka menyiapkan cukup pagi. Menunya ada borek, french fries, roti khas Turki, madu, olive, telur, dan banyak lagi. Favorit saya adalah Boreknya. Homemade. Renyah dan sangat lezat. Bentuknya seperti pizza, hanya saja isinya didalam, dan digoreng.

Bersambung ya.. tidur dulu..


PR VIDEO!!!