Saturday, July 11, 2015

Konferensi ke Ankara, Turkey

Enaknya bekerja di sekolah International ini salah satunya bisa pergi menghadiri konferensi ke negara manapun, asal sesuai dengan bidang mata pelajaran. Biaya dibayar sekolah, terbatas sih misalnya 1000$ saja pertahun, tapi karena saya kerja paruh waktu, untuk saya hanya 500$. Kalau lebih dari itu, ya harus nombok sendiri. Gapapa, yang penting bisa jalan-jalan juga. Baru 3 konferensi yang saya datangi, di Dhahran tahun 2012, Turkey tahun 2013 dan di Georgia, USA tahun 2014. Tahun 2015 tidak kemana-mana karena biayanya sudah dipakai untuk yang ke USA. Alhamdulillah. 

Suami lagi-lagi tidak bisa ikut, karena tidak punya hari libur. Terpaksa pergi sendiri. Tidak bisa ajak Faris juga karena tidak ada yang bisa menjaga ketika saya menghadiri konferensi. Sayapun pergi walau hanya 5hari (jadinya 8 hari karena ketinggalan pesawat.. baca sampai akhir ya^_^)

Untuk visa, saya hanya mengandalkan VOA yang baru saja diresmikan tahun 2012. Biaya visa 25%. Tiket saya beli sendiri lewat website Turkish Airlines, Yanbu-Istanbul PP, seharga 333$. Kota Yanbu (Saudi Arabia), walaupun kecil, tapi punya Airport International yang melayani penerbangan ke Europe dan Amerika, melalui hub Istanbul. 

Untuk keluar masuk negeri Saudi Arabia, kami harus membayar visa exit-re-entry seharga 53$/orang. Sudah keluar biaya 411$ tuh, sisa cuma 89$. Saya menyiapkan 500$ karena hanya beberapa hari, dan saya juga akan tinggal di rumah teman saya di Ankara, jadi tidak banyak membutuhkan biaya. 

Hari pertama, 22 January 2013

Saya sangat bersemangat hari ini. Pihak panitia konferensi terus-terusan update foto salju di fb, karena disana memang lagi musim dingin. Penerbangan saya pukul 8.30 pagi. On the way to airport, baru ingat kalau saya belum buat visa exit-entry! Rasanya sudah impposible aja, karena biasanya butuh waktu lama. Langsung kami ke rumah sakit. Loh kok? Soalnya kantor yang membuatnya harus yang mensponsori suami, yaitu rumah sakit tempat suami kerja. Waktu itu pukul 6.30 pagi. Ada waktu 2 jam sebelum pesawatku terbang. 20 menit untuk ke airport. Ternyata belum ada orang yang datang kerja. Pastilah, mulai kerja kan jam 8 pagi. Suami berusaha menelpon dia. Akhirnya jam 7 lebih dia datang, dan 7.30 visanya jadi. cuma punya waktu 1 jam! Tidak mungkin dibolehkan masuk, karena 60 menit minimal. Dalam waktu 15 menit kami sampai di bandara. Saya langsung lari untuk check in. ada 45 menit, dan karena ini bandara kecil akhirnya saya bisa berangkat! Alhamdulillah. Suami ikut lari membawa tas kecil saya, yang isinya penuh sama oleh-oleh untuk teman saya disana. Faris ditinggal dulu di rumah nena.

Saya sampai di bandara Ataturk pukul 11 pagi. Tidak ada salju di Istanbul. Penerbangan berikutnya adalah sore hari sekitar pukul 6 sore. Saya keluar bandara, dan naik bus jurusan ke Taksim Square. 


Day 2, 23 January 2013
Sakitnya tuh disini kalau saya tidak buat catatan dan lupa apa yang terjadi di konferensi. Yang saya ingat hanya samar-samar, tidak detail. 


Day 3, 24 January 2013

Conference


Day 4, 25 January 2013
Pagi-pagi saya keluar untuk ke Hacceteppe University membawa tas dan semuanya, karena saya akan langsung ke bus station ke Istanbul. Pukul 3 sore saya check-out dari konferensi, tidak ikut acara penutupan dan dinner. Saya jalan-jalan dulu di Ankara, bahkan mandi di Turkish bath dulu. Saya tidak sadar kalau saat itu adalah hari libur dan bus udah banyak yang fully booked. Saya ditawari untuk dibooking kan kursi, tapi saya tidak mau merepotkan teman saya, dan nanti kalau tidak ketemu sama tempat check-in, atau terlambat, hanguslah tiketnya. Jadi saya mau go-show saja. Demi menghemat uang tiket pesawat dan hotel, saya pilih bus. Tidak harus bayar hotel, tinggal tidur di bus. Penerbangan saya pukul 3 atau 4 pagi, perjalanan 6 jam. 

Selesai Turkish bath yang sangat menyegarkan pukul 6 sore, saya masih punya waktu sekitar 9-10 jam. Ternyata perjalanan ke bus station lumayan jauh dan 1 jam perjalanan lewat MRT. Pukul 7 sore, bus station penuh, semua tiket sudah habis. Panik, panik. Dapat tiket pukul 8.30 malam. Mepet sekali! Tapi apa boleh buat. Bahkan saya sempat memohon kepada supir bus untuk membolehkan saya duduk dilantai sekalipun. Sedinya melihat bus menuju Istanbul pergi.  Kalau busnya on time, inshallah tidak ada masalah. Tapi, ternyata, busnya telat dan ada masalah dijalan. Kami semua harus ditransfer ke bus yang lain, dan menunggu 1 jam dijalan. Saya dan penumpang lain marah dan menandatangani surat komplain. Saya sudah dipastikan terlambat. Seorang penumpang bernama Osman berusaha membantu saya untuk memantau jadwal penerbangan. Penerbangan tepat waktu. Saya berusaha membatalkan penerbangan dan membuat open ticket. 

Kami sampai di Istanbul pukul 4.30 pagi. Pesawatku terbang sudah. Silly me, Istanbul is big. Ternyata turun di sisi Asia, yang lebih dekat ke bandara Gokcen. Tidak ada satu orangpun yang berbahasa Inggris dan berniat membantu saya. Kemana saya harus pergi? Pagi seperti ini? Tidak ada taksi ataupun bus. Semua penumpang sudah ada penjemputnya. Akhirnya saya minta tolong Osman, satu-satunya yang bisa berbahasa Inggris sedikit. Kakaknya akan datang menjemput. Masalahnya, uang tidak ada lagi, misal saya akan ke hotel. Paginya butuh ke bandara untuk mengurus tiket. Ternyata Osman adalah mahasiswa yang jurusannya adalah pariwisata dan sedang magang semester akhir di Bandara Ataturk dan akan membantu saya mencari tiket atau menukar tiket di bandara. 

Crazy but I was stuck, no choice. Jadi saya pergi bersama mereka. Ibu mereka sudah menyiapkan kamar untuk Osman, tapi jadi untuk saya dan Osman tidur di sofa di ruang tamu. Tidur setelah solat subuh dan bangun jam 8 pagi.


Day 5, 26 January 2013

Sarapan khas Turki di keluarga orang Turki adalah pengalaman yang unik. Mereka biasa makan pagi sekitar jam 11-12 siang, dan makan siang jam 4-5 sore. Seperti kebiasaan orang Mesir. Tapi karena saya mau berangkat ke bandara, mereka menyiapkan cukup pagi. Menunya ada borek, french fries, roti khas Turki, madu, olive, telur, dan banyak lagi. Favorit saya adalah Boreknya. Homemade. Renyah dan sangat lezat. Bentuknya seperti pizza, hanya saja isinya didalam, dan digoreng.

Bersambung ya.. tidur dulu..


PR VIDEO!!!

No comments:

Post a Comment